ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIV/AIDS YANG MENDAPATKAN ANTIRETROVIRAL DI SALAH SATU RUMAH SAKIT WILAYAH KOTA BEKASI


Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih
yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency
Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh
yang disebabkan infeksi oleh HIV. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan
Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk
ke dalam stadium AIDS, sedangkan penderita AIDS membutuhkan pengobatan ARV untuk
mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya. (Infodatin, 2020)
Meskipun cenderung fluktuatif, data kasus HIV AIDS di Indonesia terus meningkat dari
tahun ke tahun. Selama sebelas tahun terakhir jumlah kasus HIV di Indonesia mencapai
puncaknya pada tahun 2019, yaitu sebanyak 50.282 kasus. Berdasarkan data WHO tahun
2019, terdapat 78% infeksi HIV baru di regional Asia Pasifik. Untuk kasus AIDS tertinggi
selama sebelas tahun terakhir pada tahun 2013, yaitu 12.214 kasus. Lima provinsi dengan
jumlah kasus HIV terbanyak adalah Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan
Papua, dimana pada tahun 2017 kasus HIV terbanyak juga dimiliki oleh kelima provinsi
tersebut. Tren kasus HIV dan AIDS tertinggi dari tahun 2017 sampai dengan 2019 masih
sama, yaitu sebagian besar di pulau Jawa. (Infodatin, 2020)
Tujuan terapi antiretroviral adalah hanya untuk menekan pertumbuhan dari virus HIV.
Karena belum ditemukannya obat yang dapat menyembuhkan virus HIV, sehingga pasien
memerlukan terapi seumur hidup, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
potensi interaksi obat antiretroviral yang terjadi pada pasien HIV/AIDS. Pengobatan
HIV/AIDS sering dijumpai kombinasi obat untuk pengobatan HIV/AIDS dengan infeksi
oportunistik. Selain mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) disamping itu pasien juga
menerima terapi lain sehingga berpotensi terjadinya interaksi obat, dimana kejadian interaksi
obat, sebagian besar menghasilkan efek obat yang merugikan, interaksi obat dapat
mengganggu terapi pasien, sehingga perlu dilakukan pemantauan agar tidak muncul efek obat
merugikan dari interaksi obat (Alexandra,dkk 2015).


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pernyataan Tanggungjawab
Pengarang Iin Ruliana Rohenti - Personal Name (Pengarang)
Edisi
No. Panggil
Subyek HIV AIDS
Klasifikasi
Judul Seri
GMD Text
Bahasa
Penerbit
Tahun Terbit 2024
Tempat Terbit Bekasi
Deskripsi Fisik 13 hal
Info Detil Spesifik

  Tags :
HIV AIDS

Citation

Iin Ruliana Rohenti. (2024).ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIV/AIDS YANG MENDAPATKAN ANTIRETROVIRAL DI SALAH SATU RUMAH SAKIT WILAYAH KOTA BEKASI().Bekasi:

Iin Ruliana Rohenti.ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIV/AIDS YANG MENDAPATKAN ANTIRETROVIRAL DI SALAH SATU RUMAH SAKIT WILAYAH KOTA BEKASI().Bekasi:,2024.Text

Iin Ruliana Rohenti.ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIV/AIDS YANG MENDAPATKAN ANTIRETROVIRAL DI SALAH SATU RUMAH SAKIT WILAYAH KOTA BEKASI().Bekasi:,2024.Text

Iin Ruliana Rohenti.ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIV/AIDS YANG MENDAPATKAN ANTIRETROVIRAL DI SALAH SATU RUMAH SAKIT WILAYAH KOTA BEKASI().Bekasi:,2024.Text

 



Homepage Info

Welcome To Repository Elektronik Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Karya Ilmiah Akhir

Universitas Bani Saleh

Media Sosial / Kanal

Facebook Perpustakaan Universitas Bani Saleh Official
Youtube Perpustakaan Universitas Bani Saleh Official
Instagram Perpustakaan Universitas Bani Saleh Official

Address

PERPUSTAKAAN STIKES Bani Saleh
Jl. R.A. Kartini No. 66
Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi
E-mail: eva@stikesbanisaleh.ac.id